Cara Membuat Nutrisi dan Merawat Tanaman Hidroponik

June 03, 2017
Membuat Nutrisi dan Merawat Tanaman Hidroponik - Di postingan sebelumnya kita telah membahas mengenai Cara Membuat Tanaman Hidroponik Untuk Pemula, namun pada postingan tersebut baru sampai ketahap pemindahan media semai ke media tanam.Tetapi seperti yang kita semua ketahui bahwa tumbuhan apapun tidak akan tumbuh tanpa adanya Nutrisi yang menjadi sumber makanannya, meski itu rumput sekalian.
Cara Membuat Nutrisi dan Perawatan Tanaman Hidroponik
Tanaman Hidoponik dengan pemberian Nutrisi dan perawatan 
Nah di postingan kali ini kita akan membahas bagaimana sih cara Membuat Larutan nutrisi dan melakukan perawatan secara berkalah pada tanaman yang kita tanam ?.

Melakukan perawatan Ke tanaman Hidroponik itu wajib hukumnya, pasalnya Tanaman Hidroponik tidak akan tumbuh maksimal jika asupan nutrisi yang diperolehnya tidak di kontrol dengan baik. Maka dari itu, postingan saya kali ini akan membahas mengenai Cara Membuat Nutrisi dan Merawat Tanaman Hidroponik

Sesuai dengan judulnya, terdapat dua pembahasan, yaitu membuat nutrisi dan melakukan perawatan. Yang akan dibahas pertama adalah Membuat Nutrisi Hidroponik, kemudian dilanjutkan dengan Melakukan Perawatan Tanaman Hidroponik.


Membuat Nutrisi Hidroponik

Ketika media semai sudah dipindahkan ke media tanam, maka Nutrisi Hidroponik harus pula segera disiapkan.

Nutrisi Hidroponik yang paling umum digunakan para pelaku Hidroponik adalah larutan AB Mix, AB Mix ini biasaya dijual di toko pertanian ataupun situs - situs online. Kalau berdasarkan teksturnya AB Mix ini terbagi 2, ada yang dalam bentuk bubuk dan ada pula yang dalam bentuk cair. Perlu diketahui bahwa setiap anda membeli sebuah produk maka terlebih dahulu anda haru baca panduan penggunaan produk tersebut, sama halnya dengan AB Mix ini baca dulu cara penggunaannya supaya tidak terjadi kekeliruan. Biasanya cara penggunaannya berada di belakang atau didalam Kemasan/Botol AB Mix. AB Mix ini terbagi dalam beberapa jenis, maka dari itu jika tanaman yang anda tanam berupa sayuran silahkan pakai AB Mix daun ( Sayuran Daun ) dan apabila anda menanam tanaman berupa Buah - buahan maka gunakan yang khusus untuk Buah. 

AB Mix sendiri terdiri dari 2 larutan cair yang terpisah, yaitu Larutan A dan Larutan B. Larutan - larutan ini adalah larutan bertipe pekat yang mengharuskan kita mencampurnya dengan air ketika ingin digunakan, Sementara untuk takaran pencampuran sebagai berikut :
  • Larutan A sebanayak 5 ml,
  • Larutan B sebanayak 5 ml dan
  • air 1 liter.
Kemudian ketiga bahan diatas diaduk dan dicampur hingga merata, dan kemudian larutan Hidroponik pun siap digunakan.


Merawat Tanaman Hidroponik

Untuk perawatan harus dilakukan secara berkalah, ketika tanaman sudah mulai membesar maka otomatis kebutuhan nutrisi tanaman tersebut juga meningkat. Contohnya begini, diawal kan campuran nutrisi yang kita pakai yaitu :  5ml,  5ml, dan air 1 liter air,  hal itu masih berlaku pada minggu pertama, tetapi pada minggu kedua tambah lagi menjadi : 6ml, 6ml, dan 1 liter air dan seterusnya sampai tanaman siap panen.

Jangan sekali pun membiarkan larutan Nutrisi dibawah bagian botol kosong, karena hal tersebut dapat mengakibatkan akar tanaman tidak mendapat nutrisi dan mengakibatkan tanaman tersebut mati. sedikit tips untuk diterapkan, berhubung bagian bawah botol yang berisi larutan itu rentan terkena lumut akibat paparan sinar matahari, sebenarnya itu dapat diatasi dengan melapisi bagian bawah botol dengan warna gelap atau di cat warna hitam, tetapi kalau anda tidak menerapkan tips tersebut maka anda diwajibkan agar membersihkan lumut - lumut yang menempel tersebut pada waktunya.

Adapun alternatif lain selain Botol bekas yaitu, kita juga bisa menggunakan baskom/ember atau tempat plastik lainnya. 

Media lain untuk menempatkan rockwool berisi tanaman yaitu pot kecil atau gelas bekas air mineral yang dilubangi bagian bawahnya dan dipasangi sumbuh atau kain flanel. Sementara untuk menutup baskom atau wadah plastiknya dapat menggunakan Styrofoam yang sudah dilubangi segingga pot - pot dapat digantung dan tidak menyentuh air. Dengan cara ini, kita dapat menempatkan beberapa pot tanaman sekaligus.

Demikian pembahasan kali ini mengenai Cara Membuat Nutrisi dan Merawat Tanaman Hidroponik, semoga bermanfaat dan dapat dimengerti, sampai bertemu di postingan berikutnya.

Source image : flickr.com

Cara Membuat Tanaman Hidroponik Untuk Pemula

June 03, 2017
Cara Membuat Tanaman Hidroponik Untuk Pemula - Menanam tanaman merupakan kesenangan tersendiri bagi sebagian orang, tak terkecuali dengan saya. Menanam tanaman Hidroponik dapat dilakukan di pekarangan rumah atau pun lahan khusus yang telah disediakan, akan tetapi inilah yang menjadi sumber permasalahan utama karena cukup banyak masyarakat tidak memiliki lahan pertanian yang luas, maka dari itu lahirlah sebuah Metode yang dapat digunakan meskipun tidak ada lahan khusus yang tersedia.

Cara Membuat Tanaman Hidroponik Untuk Pemula

Metode baru itu bernama Hidroponik, silahkan baca pengertian dan penjelasan serta jenis metode tanaman Hidroponik agar lebih jelas. Kenapa Hidroponik? sekedar informasi saja bahwa Hidroponik ini dapat dibuat meskipun  anda tidak memiliki lahan pertanian yang luas karena kita dapat memanfaatkan benda - benda yang ada disekitar kita sebagai medianya, contohnya saja dengan memanfaatkan botol bekas sebagai media tanamnya, meskipun sebenarnya masih tetap membutuhkan lahan khusus apabila anda ingin bercocok tanam Hidroponik ini secara massal.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa Hidroponik ini sangat berguna bagi masyarakat perkotaan yang mayoritasnya tidak memiliki lahan khusus tetapi ingin mencoba bercocok tanam, maka dari itu untuk anda yang ingin bercocok tanam tapi tak punya lahan bisa diakali dengan membuat media tanam Hidroponik ini sendiri.

Diakali maksudnya apa? seperti yang saya bilang sebelumnya bahwa kita dapat memanfaatkan benda benda disekitar kita. benda disekitar maksudnya apa? itu loh media tanam dengan memanfaatkan botol bekas.

lantas bagaimana cara membuatnya? cara membuat cukup mudah, tapi sebelum itu ada hal penting yang harus saya sampaikan bahwa tidak semua jenis tanaman cocok dijadikan Hidroponik, kelapa misalnya, iyalah bang -_-, lantas jenis tanaman apa yang cocok? contoh tanaman yang cocok yaitu selada, bayam, caisim, pakcoy dan lain - lain, untuk itu pada postingan berikutnya akan dibahas mengenai jenis - jenis tanaman hidroponik.

Baiklah kembali ke pokok pembahasan membuat tanaman Hidroponik, silahkan simak langkah - langkah berikut ini.


Membuat Media Tanam Hidroponik Dengan Botol Bekas

Cara Praktis Berkebun Hidroponik Dirumah Untuk Pemula
contoh gambar media tanam botol plastik

A. Siapkan alat dan bahan

  1. Gelas plastik bekas atau botol plastik bekas pakai
  2. kain untuk sumbuh ( kain flanel ) yang bisa menyerap air
  3. Nutrisi Hidroponik
  4. Media tanam ( aram sekam, pecahan bata merah, rockwool, kerikil, pasir malang ) .

B. Langkah kerja

  1. Potong botol jadi dua bagian, atas dan bawah,
  2. kemudian lubangi bagian leher atas botol didua sisi untuk pemasangan sumbu,
  3. masukkan sumbu melalui dua sisi lubang botol tadi,
  4. balikkan bagian atas botol dan pasang ke bagian bawah botol,
  5. dengan demikian media tanam sederhana sudah siap pakai.
Setelah media tanam Hidroponik sudah jadi maka langkah selanjutnya yaitu mempersiapkan benih tanaman yang akan ditanam. Sebagai latihan, siapkan benih yang gampang tumbuh sepert sawi atau selada, benih tanaman dapat anda dapatkan dengan mengunjungi toko pertanian atau bisa pesan secara online.

Menyamai Benih Hidroponik menggunakan Rockwool

Cara Praktis Berkebun Hidroponik Dirumah Untuk Pemula
media tanam rockwool dengan kotak plastik

Perlu diketahui bahwa media tanam semai yang digunakan pada praktek kali ini menggunakan Rockwool.
  1. potong rockwool dengan ukuran panjang dan lebar 2,5 cm,
  2. basahi rockwool dengan air secara perlahan tapi tidak terlalu basah,
  3. tempatkan rockwool di kotak plastik bekas,
  4. lubangi bagian tengah rockwool, kira - kira kedalaman yang baik adalah 2 mm dengan menggunakan tusuk gigi,
  5. masukkan benih tanaman ke dalam lubang,
  6. lapisi wadah dengan kantong plastik hitam dan simpan ditempat teduh dan gelap,
  7. tunggu sampai 1 - 2 hari sampai benih mengalami sprout/pecah benih,
  8. jika sudah pecah benih jemur wadah plastik tadi dengan isinya dibawah sinar matahari, pagi sampai siang tanpa plastik hitam lagi,
  9. lakukan setiap hari, apabila dirasa media kering cukup semprotkan dengan air,
  10. pilih benih yang sudah siap tanam yang biasa ditandai dengan munculnya daun sejati atau berdaun 4.

Memindahkan Benih Ke Media Tanam Hidroponik

  1. ambil media tanam botol bekas yang telah dibuat tadi,
  2. isi bagian bawah botol dengan larutan nutrisi,
  3. pindahkan rockwool yang berisi benih kedalam bagian atas media tanam botol tadi,
  4. selesai.
Selanjutnya adalah pemberian Nutrisi dan perawatan tanaman hidroponik  yang insyaallah akan dibahas di postingan berikutnya, namun sebelum itu silahkan baca dulu pentingnya nutrisi atau unsur hara pada tanaman Hidroponik dan cara membuat nutrsi hidroponik racikan sendiri.

Demikian penjelasan mengenai cara membuat tanaman hidroponik untuk pemula, jika ada pertanyaan silahkan berkomentar. salam..

Source Image : www.flickr.com, lintangsore.com

Pentingnya Unsur Hara atau Nutrisi Pada Tanaman Hidroponik

June 02, 2017

A. Unsur Hara Atau Nutrisi Tanaman Hidroponik

Untuk menanam tanaman Hidroponik diperlukan media yang berfungsi sebagai penopang atau wadah tanaman serta sarana menyalurkan larutan air atau nutrisi. Akan tetapi Media tersebut tidak akan berguna tanpa adanya pemberian Unsur hara atau nutrisi ke tanaman Hidroponik tersebut, pemberian unsur hara atau nutrisi yang secara teratur dan berkesinambungan akan memberikan efek yang baik bagi pertumbuhan tanaman Hidroponik.

Baca Juga : 5 kebutuhan Dasar Tanaman Hidroponik.

Kebutuhan unsur hara atau nutrisi setiap tamanan itu berbeda beda menurut jenis tanaman dan tingkat pertumbuhannya. Unsur hara makro memiliki konsentrasi dalam larutan relatif tinggi, yang dimaksud unsur hara makro meliputi P, K, N, Ca, S, Mg, sedangkan unsur hara mikro hanya diperlukan dalam konsentrasi rendah, yang termasuk unsur hara mikro yaitu Zn, Mn, Fe, B, Cu, Mo dan Cl. Apabila larutan nutrisi pada tanaman dengan Ph 6.5 maka dapat dikatakan kondisi unsur haranya sudah tersedia.

Cara yang paling umum digunakan oleh manusia untuk membuat nutrisi Hidroponik yaitu dengan melarutkan garam pupuk dalam air. Ada berbagai jenis garam pupuk yang beredar di pasaran dan dapat kita pilih berdasarkan harga dan kelarutan garam pupuk tersebut.

Sementara larutan hidroponik yang paling umum digunakan sebagai nutrisi tanaman adalah AB Mix. AB mix atau "Zarity" adalah larutan hidroponik yang sering dipakai sebagai supplier hara baik makro maupun mikro untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih maksimal.

Pupuk Zarity ini terdiri dari 2 larutan, larutan pertama yaitu A mix yang mengandung Hara K, N, Fe, Ca dan larutan kedua yaitu B mix mengandung hara mikro dan hara p.


B. Peran Unsur Hara pada tanaman Hidroponik

Pentingnya Unsur Hara atau Nutrisi Pada Tanaman Hidroponik

Setelah kita mengetahui Unsur hara apa saja yang dibutuhkan tanaman Hidroponik sekarang kita akan membahas mengenai peranan Unsur - unsur hara tersebut. Tetapi saya tidak akan membahas semuanya dikarenakan menurut saya hanya 3 unsur hara makro yang berperan penting dan sangat vital yaitu Nitrogen (N), Fosfor (F) dan Kalium (K). Sedangkan peranan untuk unsur hara mikronya tidak akan di bahas pada postingan ini melainkan akan dibahas pada kesempatan mendatang. Baiklah silahkan simak pembahasan mengenai ke 3 unsur makro tersebut :

1. Nitrogen

Kebutuhan Nitrogen setiap tanaman itu mutlak harus ada, tak terkecuali dengan tanaman yang menggunakan metode Hidroponik, adapun beberapa fungsi Nitrogen terhadap tumbuhan yang dapat saya bagikan sebagai berikut :
  • merangsang pertumbuhan Vegetatif (Warna hijau)  contohnya adalah daun,
  • merangsang atau mendongkrak pertumbuhan tanaman secara keseluruhan,
  • nitrogen juga berfungsi sebagai asam amino dan protein tanaman dan merupakan bagian dari sel tanaman itu sendiri.
Perlu diketahui bahwa tanaman yang produknya berupa buah, penggunaan Unsur Hara Makro Nitrogen ini tidak begitu berpengaruh, akan tetapi akan sangat penting pada tanaman dengan produk berupa batang yang tumbuh pada masa vegetatif.

2. Kalium 

Adapun peranan kalium dalam tanaman meliputi :
  • memaksimalkan kualitas buah,
  • memperkuat bagian batang tanaman dan,
  • menambah ketahan terhadap hama penyakit dan kekeringan.
Secara garis besar unsur hara kalium adalah unsur hara yang digunakan untuk kekebalan tanaman terhadap penyakit sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa apapun jenis tanamannya unsur ini akan sangat bermanfaat.

3. Fosfor

Berikut Fungsi serta manfaat Unsur hara Makro Fosfor sebagai berikut :
  • merangsang pertumbuhan akar,
  • merangsang pembungaan dan pembuahan,
  • merangsang pembentukan biji,
  • sebagai pengangkutan hasil energi metabolisme tanaman,
  • memperbesar jaringan sel dan merangsang pembelahan sel tanaman.
Sama halnya dengan Unsur hara Nitrogen, unsur hara Fosfor ini fungsinya tidak terlalu signifikan pada tanaman yang produknya berupa buah - buahan, akan tetapi sangat signifikan jika produk dari tanaman tersebut berupa umbi atau akar seperti misalnya umbi- umbian.

Baca Juga : Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Racikan Sendiri.

C. Mengenali Gejala Kekurangan Unsur Hara Nitrogen (N), Kalium (K), dan Fosfor (F).


1. Kekurangan Unsur Hara Nitrogen (N).

Apabila tanaman kekurangan Unsur Nitrogen maka akan muncul gejala - gejala sebagai berikut :
  • pertumbuhan tanaman jadi lambat dan tidak maksimal,
  • warna daun jadi hijau kekuning - kuningan dan segera menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan,
  • buah yang dihasilkan jadi tidak baik, seringkali masak pada waktunya dan.
  • daun dipenuhi dengan serat karena menebalnya membran sel daun.
Jika hal seperti itu terjadi pada tanaman anda, maka yang harus dilakukan ialah gunakan pupuk yang mengandung unsur nitrogen yang sesuai, contohnya pupuk kandang urea (CO(NH2)2), Za (NH4(2SO4)), dan sejenisnya.

2. Kekurangan Unsur Hara Kalium (K)

Gejala kekurangan kalium baru akan tampak pada tanaman yang terbilang sudah cukup tua, dan berikut gejalanya :
  • daun daun jadi mengerut,
  • batang tanaman jadi lemah, sehingga mudah mati dan
  • buah yang dihasilkan tidak sempurna baik pada tanaman yang produksinya buah maupun pada tanaman yang produksinya umbi.

3. Kekurangan Unsur Hara Fosfor (F)

Berikut gejala yang sering ditemui jika kekurangan kalium :
  • terhambatnya pertumbuhan akar, batang maupun daun,
  • produksi tanaman baik berupa bunga, buah dan biji merosot dan
  • buah yang didapat sangat kecil hingga tak layak dipasarkan.
Apabila terjadi hal seperti itu gunakan pupuk yang mengandung unsur Fosfor yang baik, misalnya pupuk daun, pupuk kandang, pupuk KCL dan lain sebagainya.

Demikian pembahasan kali ini mengenai Pentingnya Unsur Hara atau Nutrisi Pada Tanaman Hidroponik saya berharap dengan mengetahui apa yang saya jelaskan diatas dapat menambah pengetahuan kita dalam bercocok tanam dengan Hidroponik.

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Racikan Sendiri

June 02, 2017
Membuat Nutrisi Hidroponik Racikan Sendiri tidaklah sesulit yang dibayangkan, pasalnya semua bahan dan alat yang dibutuhkan sangat mudah didapatkan dan banyak tersedia di toko pertanian. Meskipun sebenarnya tanpa kita repot - repot membuat racikan nutrisi hidroponik ini sendiri ternyata juga sudah banyak yang menjualnya dalam keadaan Siap pakai, tetapi apa salahnya jika kita mencoba membuat Racikan Nutrisi Hidroponik buatan kita sendiri, hitung - hitung untuk menghemat anggaran dan supaya wawasan semakin bertambah.

Lain halnya jika anda berniat untuk memilih jalan yang praktis anda dapat membeli nutrisi Hidroponik, contoh Nutrisi hidroponik yaitu AB mix.

Baca Juga : Kelebihan dan kekurangan bercocok tanam hidroponik.

Nutrisi Hidroponik ini sendiri memiliki peran penting dalam pertumbuhan tanaman, dikarenakan nutrisi hidroponik merupakan sumber utama makanan yang diserap tanaman Hidroponik. Ketika nutrisi hidroponik tidak tersedia maka tanaman akan kekurangan nutrisi yang dapat menghambat pertumbuhan dan lama - kelamaan mati.

Setiap tanaman memiliki kebutuhan unsur yang diperlukan, tidak terkecuali dengan tanaman Hidroponik, dimana tanaman hidroponik ini membutuhkan Unsur - unsur yang meliputi : Nitrogen, Kalium, Fosfor, Magnesium, Kalsium, Sulfur, Klor, Besi, Mangan, Seng, Molibdenum dan borong.

Tetapi menurut saya unsur yang paling berperan penting yaitu, Nitrogen, Kalium, dan Fosfor,
meskipun demikian unsur - unsur yang lain juga memiliki peranannya masing -  masing.

Baca Juga : Pentingnya unsur hara atau nutrisi pada tanaman hidroponik.

Sekarang kita kembali ke pokok pembahasan tentang Cara Praktis Membuat Nutrisi Hidroponik Racikan Sendiri, lantas bagaimana caranya ? Untuk caranya bisa anda temukan dibawah :


Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Racikan Sendiri

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Racikan Sendiri
Gambar Membuat Racikan Nutrisi Hidroponik Sendiri

Alat dan Bahan yang harus terpenuhi :

  1. Botol plastik air mineral ( bisa kecil bisa yang besar ),
  2. Ember atau wadah plastik atau sejenisnya,
  3. Selang Aerator transparan,
  4. Air yang terhindar dari bakteri alias air bersih,
  5. 30 Kg jerami,
  6. 1/2 karung bekatul,
  7. 100 gram gula merah,
  8. 50 ml bioaktivator dan,
  9. 1 karung kotoran ayam.

Itulah alat dan bahan yang diperlukan, dan saya anggap semuanya sudah terpenuhi, yang sekarang harus kita lakukan adalah lanjut ke cara membuat nutrisi hidroponiknya :


Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Racikan Sendiri :

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan melubangi tutup ember atau wadah lain yang berbahan plastik, dengan besar lubang sesuai diameter selang aerator yang dipakai.
  2. Next, campur jerami dan kotoran ayam serta bekatul hingga semua merata. Taruh hasil campuran tadi kedalam wadah plastik atu ember yang memiliki ukuran besar, ukuran yang disarankan ialah yang dapat menampung campuran hingga 100 liter supaya lebih mudah dan tidak tumpah - tumpah. Selain jerami kita juga bisa menggunakan daun sirsak atau daun dari jenis polong - polongan. Ketika nanti tumbuhan yang ditanam sudah memasuki fase generatif atau pembentukan buah, jerami atau dedaunan tersebut bisa diganti dengan sekam padi atau kulit buah.
  3. Tadi campuran sudah dimasukkan kedalam wadah penampung, maka selanjutnya tambahkan juga air pada wadah penampung tersebut, kira - kira perbandingannya (2 : 1), 2 untuk campuran tadi dan satu untuk air, aduk sampai semua bahan tercampur merata.
  4. Selanjutnya campur Bioaktivar tadi dan Gula merah kedalam air sebanyak 5 liter dan aduk hingga benar benar tercampur rata.
  5. setelah merata, campurkan dengan campuran jerami, kotoran ayam dan bekatul ke wadah plastik atau ember sebelumnya, kemudian tutup wadah dengan rapat.
  6. selanjutnya masukkan satu sisi selang aerator melalui lubang tutup ember tadi, langkah inilah yang paling penting!!! sangat diwajibkan agar tidak memberi celah udara masuk pada ember atau wadah plastik karena dapat berakibat fermentasi yang akan dilakukan nantinya gagal.
  7. Langkah selanjutnya yaitu penggunaan botol plastik, botol plastik diisi air hingga mencapai 3/4 bagian botol. kemudian sisi lain dari selang aerator dimasukkan ke dalam botol plastik, artinya selang aerator yang menjadi penghubung antara botol plastik dengan wadah atau ember plastik tempat menyimpan campuran. Fungsi dari selang aerator ini adalah untuk menghantarkan gas buangan dan menstabilkan suhu yang berasal dari wadah campuran menuju botol plastik.
  8. selanjutnya diamkan selama 7 - 10 hari.
  9. apabila sudah menunggu 7 - 10 hari dan ada bauh seperi tape yang tercium dari wadah tempat campuran tadi, maka proses fermentasi dapat dikatakan berhasil.
  10. Setelah berhasil, selanjutnya larutan hasil fermentasi disaring mengunakan saringan yang berbahan kain, susudah disaring maka larutan yang didapat sudah dapat dipakai dan ampas hasil penyaringan masih dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang padat. sedikit tambahan bahwa penggunaan pupuk organik cair sebanyak 1 liter bisa ditambahkan dengan makasimal hingga 99 liter air sehingga menjadi 100 liter.
Demikian penjelasan tentang Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Racikan Sendiri semoga dapat dipahami dan diaplikasikan. jika kurang jelas, silahkan berkomentar, salam...

Source image : belajarberkebun.com

Kelebihan dan Kekurangan Bercocok Tanam Hidroponik

June 01, 2017
Kelebihan dan kekurangan Hidroponik - Seperti yang kita ketahui bahwa hidroponik adalah salah satu teknik bercocok tanam yang menggunakan media selain tanah, yang memiliki kelebihan maupun kekurangan dan dapat diaplikasikan di lahan sempit. contohnya dipekarangan rumah atau di lahan khusus yang telah disediakan.

Tidak bisa dipungkiri di awal mula adanya Metode menanam tanaman dengan Hidroponik ini memunculkan banyak kontroversi dikalangan masyarakat mengenai kelebihan maupun kekurangan tanaman Hidroponik. Ada yang beranggapan bahwa menaman tanaman selain menggunakan media tanah itu mustahil ada pula yang berpikiran sebaliknya, tetapi dapat kita saksikan sekarang bahwa bercocok tanam dengan menggunakan Metode Hidroponik ini dapat berhasil sampai sekarang. Maka atas dasar hal tersebutlah kita harus bersyukur karna dengan adanya hidroponik ini dapat memberikan penyegaran dan solusi baru bagi orang - orang yang ingin bercocok tanam tapi tidak memiliki lahan yang luas.
Kelebihan dan Kekurangan Bercocok Tanam Hidroponik
Gambar Tanaman Hidroponik
Sebelum kita membahas mengenai Kelebihan dan kekurangan Bercocok Tanam Hidroponik ada baiknya jika anda mengenal terlebih dahulu yang dimaksud hidroponik, untuk itu silahkan baca Pengertian dan Penjelasan Serta Jenis Metode Tanaman Hidroponik. Saya anggap anda telah paham mengenai Hidroponik, maka dari itu silahkan baca Kelebihan dan kekurangan Hidroponik.

Kelebihan dan Kekurangan Bercocok Tanam Hidroponik

Pertama tama kita bahas mengenai kelebihannya, supaya motivasi dalam diri kita meningkat.


1. Kelebihan Hidroponik

  • kelebihan pertama Hidroponik tentunya sudah dapat kita ketahui, apakah itu? ya tanaman yang ditanam dengan metode Hidroponik tidak memerlukan tanah sebagai medianya, dengan kata lain anda tidak perlu menghabiskan uang untuk membeli lahan,
  • selanjutnya apabila menggunakan metode Hidroponik proses memanen tanaman jadi lebih mudah dan higienis,
  • penggunaan pupuk juga terbilang lebih sedikit dibanding dengan tanaman yang menggunakan media tanah,
  • pertumbuhan tanaman juga akan cepat dikarenakan nutrisi yang akan diserap tanaman sudah berbentuk cair melalui media air yang kita gunakan,
  • tidak seperti pada tanaman yang menggunakan media nanah, yang apabila anda memproduksi tanaman secara massal maka anda tidak perlu repot - repot menyuruh orang lain untuk mengolah lahan atau medianya, cukup anda sendiri yang melakukannya,
  • secara umum hasil panen yang dihasilkan dari metode Hidroponik ini lebih berlimpah ketimbang metode lain,
  • alat dan bahan yang digunakan pun terbilang cukup mudah ditemukan, seperti wadah gelas, botol bekas, gunting, cutter maupun pisau,
  • kemungkinan hama untuk menyerang tanaman Hidroponik pun lebih rendah dari tanaman dengan metode lain pasalnya, pada metode Hidroponik penanggulangan hama tanamannya itu lebih mudah dan cepat,
  • buah ataupun sayur yang dihasilkan akan terjamin kebersihannya dan, 
  • metode Hidroponik ini juga tidak tergantung dengan cuaca.

2. Kekurangan Hidroponik

Setalah kita bahas kelebihan tanaman Hidroponik selanjutnya kita juga harus mengetahui kekurangannya yaitu sebagai berikut :
  • setidaknya untuk anda yang berminat untuk menggunakan metode Hidroponik ini terlebih dahulu agar anda mengetahui basicnya atau dasar - dasarnya yang terbilang cukup susah karena tidak familiar, maka dari itu anda harus punya tutor khusus atau bisa belajar dari Internet,
  • biaya untuk pertama kali membuat rangka Hidroponik pun cukup mahal, apabila anda ingin bercocok tanam dengan skala besar,
  • bahan baku yang dibutuhkan untuk memulai bercocok tanam Hidroponik cukup sulit ditemukan di indonesia pasalnya masih jarang orang indonesia yang ahli Hidroponik, tetapi akan terus berkembang kearah yang lebih baik,
  • membutuhkan ketelitian yang lebih, karena jika nutrisi yang diberikan pada tanaman kurang atau lebih maka akan berdampak buruk bagi tanaman tersebut, dan tingkat keasaman Ph pada tanaman anda harus benar - benar diperhatikan, dan terakhir yaitu
  • tidak semua tanaman cocok menggunakan Sistem hidroponik.
Demikian penjelasan kali ini mengenai Kelebihan dan Kekurangan Bercocok Tanam Hidroponik semoga bermanfaat. sampai bertemu di postingan berikutnya.

Source image : pixabay.com

5 Kebutuhan Dasar Tanaman Hidroponik

May 31, 2017
kembali lagi bersama saya di blog bangasr blog yang membahas seputar tanaman Hidroponik baik dari segi penanaman maupun pemberian nutrisi, pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai kebutuhan - kebutuhan dasar apa saja yang dibutuhkan oleh tanaman agar dapat tumbuh dengan baik dan memiliki kualitas tinggi.

Baca juga : Pengertian Dan Penjelasan Serta Jenis Metode Tanaman Hidroponik.

Tidak bisa dipungkiri menanam tanaman dengan menggunakan teknik Hidroponik belakangan ini sangat populer terutama di negara kita Indonesia ini. ada yang menanam atas dasar hobi saja dengan maksud untuk mengisi waktu - waktu senggang dan ada pula yang menamnya untuk tujuan lain, tujuan lain yang dimaksud yaitu kepentingan Komersil atau dipasarkan, sehingga selain menjadi hobi dapat juga menjadi sumber penghasilan yang cukup memuaskan. Apapun itu tergantung dari keinginan kita, toh pada dasarnya budidaya tanaman Hidroponik ini sama saja dengan budidaya tanaman dengan media tanah dilihat dari syarat hidup dan tumbuhnya tanaman tersebut.
5 Kebutuhan Dasar Tanaman Hidroponik
Kebutuhan dasar tanaman Hidroponik
Sebenarya ada beberapa hal yang bersifat umum dan mendasar sebelum bercocok tanam dengan metode Hidroponik ini, baik itu diterapkan di pekarangan rumah atau pot/polybag maupun di lahan khusus yang telah disediakan. Harapannya setelah kita mengetahui kebutuhan dasar apa saja yang dapat mempengaruhi tanaman Hidroponik entah itu tanaman yang layu, tidak mau tumbuh atau bahkan mati dan lebih parahnya lagi jika anda memproduksi tanaman Hidroponik ini dalam skala besar takutnya tidak dapat menutupi target penghasilan produksi yang ditargetkan. Akan tetapi itu dapat di antisipasi dengan mengetahui dan mengaplikasikan 5 kebutuhan dasar tanaman hidroponik.

Baiklah, secara umum ada 5 kebutuhan dasar yang harus terpenuhi jika ingin bercocok tanam dengan menggunakan Hidroponik, diantaranya :
  1. Air
  2. Cahaya 
  3. Oksigen
  4. Suhu yang Tepat
  5. dan Nutrisi Mineral
untuk penjelasan lebih lanjut mengenai ke 5 kebutuhan dasar tanaman Hidroponik dapat ditemui dibawah.

5 Kebutuhan Dasar Tanaman Hidroponik


      1. Air

Penggunaan air sangatlah berpengaruh pada budidaya tanaman Hidroponik pasalnya jika pemberian air tidak dilakukan secara tepat dapat mengakibatkan tumbuhan ataupun buah - buahan yang ditanam tidak tumbuh atau berkembang. Air dengan Alkanitas tinggi atau memiliki kadar garam berlebih dapat mengakibatkan terganggunya nutrisi yang diperoleh tanaman sehingga tidak dapat tumbuh atau lebih parahnya mati.

penggunaan air yang dianjurkan ialah air yang kadar garamnya tidak lebih dari  0,5 juta atau 320 ppm (bagian per juta), dikarenakan air yang memiliki kadar garam tinggi dapat menyebabkan ke tidak seimbangan nutsiri yang diperoleh tanaman Hidroponik. Apabila di daerah sekitar anda kualitas airnya buruk, bisa diatasi dengan memfilterasi atau pun mengaerasi air tersebut supaya kadar garamnya berkurang,

Apabila media tanam tidak diberi air yang memiliki  kualitasnya  baik dapat mengakibatkan media tanam tersebut kehilangan kelembapannya, sehingga bisa mengakibatkan akar tanaman Hidroponik kita mengering dan lama kelamaan mati. Meskipun misalnya media tanam sudah tergenangi air akan tetapi tetap butuh waktu lama agar tanaman tersebut dapat kembali seperi semula, dengan kata lain pertumbuhan tidak maksimal. Maka dari itu pemberian air yang baik dan secara teratur dan berskesinambungan adalah cara terbaik itu membuat tanaman Hidroponik kita tetap sehat. 

       2. Cahaya

Seperti yang kita semua ketahui bahwa semua yang hidup itu membutuhkan cahaya, tak terkecuali dengan tanaman, baik berupa buah-buahan, sayur - sayuran dan lain sebagainya yang membutuhkan sedikitnya 8 - 10 jam sinar matahari langsung setiap hari guna untuk tetap hidup dan memproduksi kualitas tanaman yang baik.

Tetapi ada juga tanaman yang tidak tahan dengan sinar matahari langsung, sehingga petumbuhan tanaman tersebut dapat terganggu, untuk mensiasati tanaman yang seperti ini baiknya diberi penghalang atau dilapisi dengan jaring maupun plastik bening.

Mengatur jarak antar tanaman juga cukup penting, pasalnya jika jarak antar tanaman tidak baik dapat mengakibatkan tanaman tersebut tidak mendapat cukup paparan sinar matahari, alangkah lebih baik jika jarak antar tanaman dibuat tidak terlalu rapat agar pertumbuhan jadi lebih maksimal.

Lantas bagaimana jika cuacanya tidak bersahabat atau selalu mendung? hal itu dapat disiati dengan meningkatkan ppm / EC larutan nutrisi Hidroponik.

      3. Oksigen 

Oksigen dalam bercocok tanam memiliki perananan penting yaitu untuk melaksanakan fungsi akar dalam menyerap zat hara dan air. Tanaman yang memanfaatkan air sebagai medianya akan cepat kekurangan oksigen, apalagi  suhu air meningkat hal itu akan langsung membuat kandungan oksigen yang terlarut dalam air cepat berkuras, sehingga akar tanaman jadi kering dan dapat mengakibatkan kematian. Tidak seperti tanaman yang ditanam dengan media tanah yang dapat dikatakan kebutuhan oksigennya sudah terpenuhi. Olehnya itu dibutuhkan campur tangan manusia guna untuk mengontrol kebutuhan oksigen tanaman. Yang paling sering dilakukan oleh manusia untuk mengontrol pasokan oksigen tanaman hidroponik adalah melalui gelombang udara dalam nutrisi. Akan tetapi untuk beberapa sistem Hidroponik seperti aeroponik, NTF System, dan sistem alir kontinu tidak diperlukan.

     4. Suhu Yang Tepat

Setiap tanaman memiliki suhu ideal untuk dapat tumbuh dengan maksimal, suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mengakibatkan tanaman tersebut tidak berkembang. Pada dasarnya tanaman Hidroponik itu membutuhkan suhu sekitar 23 derajat sampai 26 derajat untuk dapat tumbuh maksimal. Untuk mengetahui suhu yang terdapat di sekitar anda bisa dengan membeli alat pengukur suhu yang sekarang harganya sudah lumayan murah.

    5. Nutrisi Mineral

Setiap tanaman pasti membutuhkan yang namanya mineral atau nutrisi yang dipasok melalui akar agar tetap hidup.

Pada dasarnya mineral sudah disediakan oleh tanah tempat kita menanam tetapi agar lebih efektif kita dapat menambahkan mineral jika dirasa tidak cukup, Seperti dengan menambahkan kompos, pupuk kandang, pupuk organik dan garam lainnya yang mengadung mineral dan tentunya pemberian mineral pada tanaman ini tidaklah boleh terlalu banyak atau sedikit.

Baca Juga : Pentingnya Unsur Hara atau Nutrisi Pada Tanaman Hidroponik.

Dalam metode hidroponik ada beberapa nutris mineral yang dibutuhkan, Nutrisi mineral yang dibutuhkan dalam jumlah besar contohnya Nitrogen, kalium, fosfor, magnesium, kalium dan solfor. sedangkan dalam jumlah kecil yaitu unsur Mikronutrien seperti besi, mangan dan klorin.

Demikian postingan kali ini mengenai 5 Kebutuhan Dasar Tanaman Hidroponik semoga bermanfaat sampai bertemu lagi di postingan selanjutnya.

Source image : pixabay.com

Pengertian dan Penjelasan Serta Jenis Metode Tanaman Hidroponik

May 31, 2017

A. Pengertian Hidroponik

Tanaman Hidroponik adalah tanaman yang ditanam bukan menggunakan media tanah melainkan dengan air, atau secara garis besarnya adalah cara membudidayakan tanaman dengan menggunakan air yang kemudian diperkaya dengan berbagai sumber nutrisi.
Pengertian dan Penjelasan Serta Jenis Metode tanaman Hidroponik
Gambar tanaman hidroponik

Hydro atau jika dibahasa indonesiakan adalah air. Air ini akan sangat erat kaitannya dengan bercocok tanam menggunakan  Hidroponik karena air adalah salah satu faktor yang berperan penting pada proses Hidroponik ini nantinya.

B. Penjelasan Hidroponik

Perlu diketahui bahwa ada beberapa jenis tanaman yang tidak dapat ditanam menggunakan metode Hidroponik dan ada pula yang bisa. Contoh tanaman yang bisa yaitu tomat, melon, bayam dan lain sebagainya, dan untuk kedepannya kita akan membahas tanaman tersebut pada artikel selanjutnya.

Namun umumnya penanaman dengan menggunakan Teknik Hidroponik ini akan menghasilkan tanaman yang sehat dan tumbuh subur, dikarenakan  hidroponik ini tidak menggunakan pestisida atau herbisida yang akan merusak kesuburan tanaman.

Selain tanaman yang dihasilkan tidak kalah kualitasnya dengan tanaman yang ditanam dengan media tanah, Hidroponik ini juga ramah lingkungan, artinya kita tidak harus memiliki sepetak tanah atau lahan yang luas untuk mempraktekkannya melainkan cukup dengan ruangan kecil dirumah  yang dapat kita manfaatkan untuk hidroponik ini. Sebagian dari kita mungkin masih asing dengan Teknik Hidroponik ini namun ternyata sudah cukup banyak orang - orang yang mampu mempraktekkannya.

Hidroponik ini sangat cocok dibudidayakan oleh ibu-ibu rumahan atau yang senang berkebun tapi terkendala dengan lahan yang tidak memadai, pasalnya penggunaan Hidroponik ini sangat baik di Indonesia yang memilik iklam tropis, sehingga memungkinkan untuk mendapat tanaman berupa sayur maupun buah-buahan yang memiliki kualitas super.

Untuk memulai budidaya tanaman Hidroponik ini bisa dimulai dengan adanya ketertarikan kita pada hal tersebut atau juga bisa karna hobi, karena dengan hobi apa yang kita kerjakan akan terasa ringan dikarenakan kita menyukainya, sehingga tidak tertutup kemungkinan dengan mendalami budidaya tanaman hidroponik ini dapat menjadi peluang usaha yang memuaskan bagi diri kita.

Baca Juga : 5 Kebutuhan Dasar Tanaman Hidroponik.


C. Jenis Metode Penanaman tanaman Hidroponik

Setidaknya ada 3 metode yang dapat digunakan dalam Hidroponik ini diantaranya yaitu :

1. Hidroponik Kultur Agregat

Pengertian Teknik Hidroponik Kulter Agregat yaitu kita menanam tanaman menggunakan media padi, pasir, kerikil, sekam dan arang dan bahan-bahan lainnya yang tentunya sudah dikategorikan layak atau steril.

2. Hidroponik Kultur Air

Untuk teknik Hidroponik Kultur Air ini dapat dilakukan dengan meletakkan larutan hara mikro dan makro dibagian dasar wadah. dimana dimaksudkan agar sekiranya akar tanaman dapat menyentuh bagian dasar tersebut sehingga tanaman dapat memperoleh larutan nutrisi yang sehat dan baik yang berasal dari unsur hara dan makro tersebut.

3. Hidroponik Nutrient Film Technique

Teknik penanaman jenis ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan selokan sempit dan juga panjang, yang terbuat dari lempengan logam yang tipis dan anti karat, dengan maksud dan tujuan untuk dipakai dalam kurung waktu lama atau lebih dari sekali.

Setelah wadah sudah dapat kita penuhi, selanjutnya selokan akan diberi nutrisi khusus untuk airnya, sehingga dapat diserap tanaman yang ditanam supaya menjadi subur.

Lama kelamaan ketika tanaman yang ditanam sudah menunjukkan perkembangan akan muncul lapisan tipis atau istilah dalam hidroponiknya disebut film yang tumbuh disekitar area tanaman yang berfungsi sebagai makanan tanaman hidroponik tersebut. Dalam metode Hidroponik yang terakhir ini setidaknya terdapat 3 unsur yang harus diperhatikan, diantaranya :

  • Air
Air merupakan faktor yang sangat berpengaruh di budidaya tanaman hidroponik ini, kualitas air yang bersih dan steril tentunya akan menghasilkan tanaman yang berkualitas super.

  • Media Tanam
media tanam yang baik tentunya tidak telepas dari kelembapan dan adanya unsur hara yang terjaga demi kualitas tanaman, bukan hanya itu saja faktor penentu tanaman yang baik melainkan media tanam yang mempunyai drainase atau sistem pembuangan yang bagus dan terhindar dari zat berbahaya juga merupakan faktor penentu bagus tidaknya kualitas tanaman terebut.

  • Oksigen
Kadar oksigen tidak kalah penting juga dengan unsur air dan media tanam, untuk kadar oksigen sebaiknya dihindarkan dari kadar yang rendah karena jika oksigennya rendah dapat berdampak buruk atau layu dan kekurangan air sehingga kemungkinan bertahan hidup tanaman hidroponik sangat rendah.

  • Unsur Hara
Unsur inilah yang paling berperan penting dalam budidaya tanaman Hidroponik dikarenakan tanpa memberi nutrisi pada tanaman maka dapat mengakibatkannya cepat mati, alangkah lebih baik jika memberi nutrisi pada tanaman Hidroponik kita secara teratur dan berkesinambungan.

Baca juga : Pentingnya Unsur Hara atau Nutrisi Pada Tanaman Hidroponik.

Begitulah kira - kira pengertian, penjelasan serta jenis metode tanaman hidroponik ini yang dapat saya sampaikan, gimana anda tertarik? jika anda tertarik ikuti terus perkembangan blog ini, dan jika ada yang ingin disampaikan dapat melalui kolom komentar dibawah. Demikian.

Source image : pixabay.com